Yulen billy's Blog

semakin kita mencari tahu, membuat kita tahu bahwa begitu banyak hal yang belum kita ketahui …

Mengapa Percaya Diri ?

Posted by yulenbilly on 23 December 2009

Yang sering kali membedakan pemenang dan pecundang adalah kegigihan
mereka. Kemampuan untuk mengejar tujuan atau mimpi itu sangat berkaitan dengan seberapa dalam seseorang percaya pada dirinya sendiri. Orang-orang yang berhasil di dunia, dan mereka yang hidupnya nampak benar-benar penuh dengan sukacita dan kepuasan adalah mereka yang mengetahui bahwa mereka tidak sempurna, namun mereka berharga dan mereka mampu.

Beberapa hal paling menyedihkan yang pernah saya alami adalah  berinteraksi dengan orang lain — kebanyakan adalah para kandidat politikus, manajer perusahaan kecil, dan pendeta — yang tidak memiliki kepercayaan diri. Masalah mereka adalah menunggu orang lain percaya kepada mereka dan barulah mereka yakin mereka dapat memercayai diri mereka sendiri. Menurut saya, itu tidak mungkin terjadi.

Orang-orang yang pernah bekerja dengan saya menggambarkan saya sebagai seorang wirausahawan. Mungkin saja. Tapi saya tidak selalu begitu. Saya berasal dari sebuah keluarga yang menghindari risiko. Dan meski keluarga saya sangat mendukung dan membuat saya memiliki citra diri yang positif dan kuat, awalnya saya cenderung mencari jalan aman dalam dunia kerja.

Namun, setelah mengamati sikap dan hasil dari mereka yang percaya kepada dirinya sendiri dan yang tidak, maka saya dapat melihat dengan jelas. Salah satu faktor kunci agar berhasil di dunia ini adalah menerima diri Anda apa adanya — kutil, jerawat, dll. — dan menentukan bagaimana Anda dapat mengubah karakter positif Anda menjadi sebuah kesuksesan. Saya sangat termotivasi oleh hal ini saat menemui orang-orang sukses yang ternyata tidak lebih baik dari pemikiran saya. Jelas, jika mereka bisa, saya juga pasti bisa.

Percaya pada diri sendiri memampukan saya mengabaikan orang-orang
skeptis yang berpikir bahwa karena saya baru berusia 21 tahun maka saya tidak akan dapat menangani sebuah kampanye pemilihan umum. Bahwa saya tidak mampu mendapatkan dua gelar pendidikan secara berturut-turut. Bahwa saya tidak dapat memulai dan memimpin sebuah perusahaan penelitian di Los Angeles. Bahwa tak seorang pun akan membaca buku-buku saya karena buku-buku itu ternoda oleh statistik dan bagan penelitian. Bahwa saya tidak pernah akan dapat membeli sebuah rumah yang harganya membumbung tinggi di Los Angeles. Dan seterusnya. Rintangan-rintangan itu jika digabungkan bisa menjadi gunung yang akan meruntuhkan semua harapan saya untuk memiliki hidup seperti yang saya inginkan.

Sebenarnya, iman saya kepada Kristus merupakan sesuatu yang krusial.
Sungguh mengherankan bahwa Allah pencipta dunia tidak hanya  menciptakan saya, namun juga cukup percaya pada saya sehingga Ia  mengirim Kristus untuk mati bagi saya, secara pribadi, dan untuk memberi saya kebebasan dalam segala masalah yang saya hadapi. Hari-hari ini, sangatlah mudah untuk kita menyerah kecuali kita tahu bahwa di mata Juru Selamat dunia, kita berharga dan penting.

Pada beberapa titik, saya pikir Anda harus mengadopsi sebuah filosofi yang mencampur kekekalan dan kefanaan. Bagi saya, filosofinya seperti ini: karena Allah mengasihi saya, maka saya harus menjadi orang yang bernilai. Dan karena Ia sudah memberi saya keselamatan, kebebasan untuk bertindak, dan talenta alami, saya sebaiknya tidak menyia-nyiakan kesempatan yang saya miliki. Adalah penting bagi saya untuk terus maju dan menjalani hidup.

Bagi saya, percaya pada diri sendiri adalah seperti filosofi Pascal’s Wager modern. Jika Anda dengan sepenuh hati percaya pada diri sendiri dan melakukan segala sesuatu yang bermanfaat dalam hidup, Anda mungkin akan mencapai semuanya itu, sehingga Anda menang. Jika Anda dengan sepenuh hati percaya pada diri sendiri, dan mengejar kekayaan, Anda mungkin tidak akan mencapai tujuan-tujuan Anda, tapi itu lebih baik daripada tidak pernah mencoba. Namun jika Anda dengan sepenuh hati meragukan diri sendiri, bahkan usaha Anda yang terbaik pun tidak akan matang, jadi Anda akan kalah.

Adalah bijaksana melakukan apa pun yang Anda bisa untuk percaya pada
diri Anda sendiri. Tidak akan ada orang yang percaya pada Anda hingga Anda mengambil risiko itu. (t/Dian)

Diterjemahkan dan disesuaikan dari:
Judul buku: Ten Years Later
Penulis: George Barna
Penerbit: Barna Research Group, Ltd., Glendale 1992
Halaman: 31 — 34

Sumber : http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/arsip/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: