Yulen billy's Blog

semakin kita mencari tahu, membuat kita tahu bahwa begitu banyak hal yang belum kita ketahui …

Percaya Diri Dalam Tuhan

Posted by yulenbilly on 23 December 2009

Kepercayaan diri adalah hal yang sangat indah, yang menguatkan kita
untuk menghadapi hidup dengan keberanian, keterbukaan, dan
kejujuran. Orang Kristen dengan kepercayaan diri yakin bahwa mereka
dicintai, berharga, dan aman dalam rencana Tuhan bagi hidup mereka.
Saat kita merasa aman, akan lebih mudah melangkah keluar dan mencoba
hal-hal baru walaupun mungkin kita membuat beberapa kesalahan pada
sepanjang perjalanan. Kepercayaan diri memampukan kita untuk
bergerak maju sambil mengharapkan kesuksesan dibanding sambil
mengkhawatirkan kegagalan. Hal ini sangat penting dalam memenuhi
rencana Tuhan bagi hidup kita.
Saya yakin bahwa salah satu dari hal-hal utama yang menghalangi kita
tidak bisa berjalan dengan kepercayaan diri seperti yang Tuhan
inginkan adalah karena keraguan terhadap diri sendiri.
Ketidakmampuan untuk percaya pada diri sendiri mengikat kita dan
menutup kemungkinan untuk menjadi sukses. Meragukan diri sendiri dan
percaya diri tidak berjalan bersamaan; mereka saling melawan satu
sama lain. Karena itu, kita harus mengidentifikasi akar dari
keraguan terhadap diri sendiri ini dan mengerti bagaimana
mengembangkan kepercayaan diri kita di dalam Kristus.

Keraguan Terhadap Diri Sendiri Berakar dari Ketakutan

Keraguan terhadap diri sendiri adalah jenis ketakutan yang menyiksa,
yang menyebabkan kita takut untuk membuat kesalahan atau membuat
keputusan yang salah. Bagi kebanyakan orang, hal ini berakar dari
fakta bahwa mereka memunyai perasaan yang salah tentang siapa diri
mereka sebenarnya. Perasaan yang berakar dalam ini sering kali
menahan kita untuk menerima diri kita sendiri dan kepercayaan diri
yang kita butuhkan untuk membuat berbagai keputusan. Hasilnya? Kita
hanya hidup dalam kebingungan dan kebimbangan karena kita begitu
takut untuk berbuat salah.

Orang yang ragu terhadap dirinya sendiri sama dengan orang yang
bimbang dan mendua hati. Dalam Yakobus 1:5-8, dinyatakan bahwa Tuhan
tidak dapat menjawab doa dari seseorang yang mendua hati karena dia
tidak stabil dalam segala jalannya. Keraguan terhadap diri sendiri
dapat menyebabkan kita kembali ke belakang dan bersembunyi daripada
bergerak maju ke arah yang Tuhan tunjukkan bagi kita. Kembali ke
belakang merupakan tindakan dan respons terhadap rasa takut. Tuhan
akan memberikan respons ketika kita bertindak dalam iman, bukan
dalam ketakutan.

Sementara musuh menggunakan rasa takut untuk mencobai dan
menghalangi kemajuan kita serta mencuri tujuan dan fokus kita, Tuhan
bekerja melalui iman untuk memenuhi panggilan-Nya atas hidup kita.
Dalam 2 Timotius 1:7 dikatakan, “Sebab Allah memberikan kepada kita
bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan,
kasih dan ketertiban.” Langkah pertama untuk berjalan dalam
kepercayaan diri adalah memperbarui pikiran kita dengan tidak
mengizinkan ketakutan memimpin hidup kita. Ketika kita menetapkan
langkah untuk berjalan dalam Roh-Nya (kekuatan, kasih, dan
ketertiban), maka kita akan mulai hidup dalam kepercayaan diri yang
tak tergoncangkan, yang hanya bisa kita temukan di dalam Dia.

Kepercayaan Diri Berakar dari Iman

Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa kepercayaan diri kita harus
berada di dalam Kristus sendiri, bukan dalam diri kita, bukan dalam
diri orang lain, dan bukan di dalam dunia atau sistemnya.
Kepercayaan diri kita harus berakar dalam keyakinan akan cinta-Nya
yang tanpa syarat kepada kita. Tanpa kepercayaan diri yang datang
dari pengetahuan kita akan seberapa besar cinta-Nya, kita tidak akan
pernah dapat menikmati hidup kita ataupun hubungan dengan-Nya.

Keraguan adalah rasa takut untuk membuat kesalahan dan memunyai
pikiran-pikiran negatif tentang hal-hal yang terjadi pada kita.
Sementara kepercayaan diri adalah memunyai iman di dalam cinta-Nya
untuk kita. Iman mengharapkan terjadinya hal-hal baik serta
memampukan kita untuk menghadapi kesalahan-kesalahan yang kita
perbuat dan untuk merasa aman, hidup tanpa kekhawatiran atau
ketakutan. Keyakinan bahwa kita dapat mencapai sukses dengan
perkenan-Nya, membantu kita menghadapi dan menangani setiap
tantangan yang kita jumpai dalam hidup kita.

Seiring dengan meningkatnya pengertian kita akan kasih dan perkenan
Tuhan, level kepercayaan diri kita juga akan meningkat. Sebagai
hasilnya, kita akan menjadi lebih nyaman dengan siapa diri kita yang
sebenarnya dan mampu menjalani kehidupan dengan keyakinan bahwa kita
dapat menangani apa pun yang ada di depan kita. 1 Yohanes 4:18
mengatakan, “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna
melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan
barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.” Saat Anda dan
saya memilih untuk tetap memandang-Nya, cinta-Nya pada kita akan
menghilangkan rasa takut dan ragu terhadap diri sendiri, memampukan
kita untuk menunggu dengan harapan, dengan keyakinan bahwa Dia
memunyai rencana akan hal-hal yang baik untuk kehidupan kita.

Menjadi Percaya Diri di dalam Kristus

Kita hanya bisa percaya diri selama kita percaya dan mengandalkan
kekuatan Kristus yang hidup dalam kita. Filipi 4:13 menyatakan,
“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan
kepadaku.” Kepercayaan diri adalah keyakinan bahwa kita dapat
melakukan segala sesuatu yang Tuhan minta kita untuk lakukan karena
kasih karunia-Nya. Melalui kekuatan-Nya, kita dapat mengalahkan
keraguan terhadap diri sendiri dan pikiran yang negatif.

Bertahun-tahun yang lalu, saya memunyai masalah yang serius dengan
kekurangan rasa percaya diri karena saya tumbuh dalam keluarga yang
hancur. Ayah saya adalah seorang pecandu alkohol dengan temperamen
yang tinggi. Dia telah menyakiti saya secara mental, fisik,
emosional, dan seksual. Saat saya berusia 18 tahun, saya telah
mengalami banyak kesakitan dan kekecewaan. Tidak ada sesuatu yang
saya inginkan yang terjadi dalam hidup saya sehingga saya bertumbuh
dengan mengharapkan terjadinya hal-hal buruk. Saya pikir dengan
mengharapkan hal-hal yang buruk, saya tidak akan merasa kecewa jika
hal itu terjadi. Saya mengira dengan meninggalkan rumah, masalah
akan selesai. Ketika berusia 18 tahun, saya pun pergi dari rumah.
Saya tidak menyadari bahwa sebenarnya masalah itu tetap saya bawa
dalam pikiran saya. Pikiran, keinginan, dan emosi saya telah rusak
dan terluka.

Saya adalah seorang yang patah hati dan penuh keraguan terhadap diri
sendiri, dengan karakter yang sangat negatif. Meski saya percaya
kepada Tuhan dan memohon pertolongan-Nya, saya tidak tahu apa-apa
tentang iman. Saya tidak mengerti bagaimana berdoa dengan iman
seperti yang tertulis dalam Alkitab. Saya harus belajar banyak untuk
memercayai Tuhan dan mendapatkan kepercayaan diri di dalam Kristus.
Saya sangat bersyukur Tuhan telah mengubah saya dalam tahun-tahun
selanjutnya, memulihkan saya, dan memberikan kehidupan yang layak
kepada saya. Dia telah membebaskan saya dari ketakutan, sikap
negatif, dan keraguan terhadap diri sendiri. Dia telah memberikan
kesempatan kepada saya untuk menolong orang lain yang juga bergumul
dengan masalah yang sama. Saya telah belajar bahwa saya bisa berkata
“TIDAK” kepada ketakutan dan keraguan terhadap diri sendiri, begitu
juga dengan Anda. Pilihan ada di tangan Anda. Ketika ketakutan
mengetuk pintu, Anda bisa menjawabnya dengan iman. Ketika keraguan
terhadap diri sendiri mengetuk pintu, Anda bisa menjawabnya dengan
kepercayaan diri!

Kekuatan dari Keputusan

Tuhan menciptakan kita dengan kehendak bebas. Sebagai orang percaya,
kita dapat mengalahkan semua hal negatif yang iblis rencanakan bagi
kita dengan melatih kekuatan kita untuk sepakat dengan Tuhan dan
janji-janji-Nya. Seberapa besar pun keraguan yang kita rasakan, kita
dapat memutuskan untuk tetap maju dalam iman, percaya diri dalam
Tuhan dan firman-Nya. Dalam Yosua 24:15, kita melihat Yosua memilih
untuk melayani Tuhan. Dia tidak mendasarkan keputusannya atas apa
yang dilakukan orang lain atau perasaannya. Dia mendasarkan
kepercayaan dirinya kepada janji-janji Tuhan.

Jika kita percaya bahwa Tuhan di dalam kita, memimpin dan membimbing
kita karena kita meminta-Nya, seharusnya kita memunyai kepercayaan
diri bahwa Dia-lah yang mengarahkan hidup kita. Anda dan saya harus
memilih untuk percaya dalam janji-Nya, bukan pendapat orang lain
atau bahkan pikiran dan perasaan kita sendiri. Dengan kata lain,
kita tidak perlu merasa percaya diri karena kita bisa menjadi
percaya diri. Kita hanya perlu mempelajari firman-Nya sehingga kita
bisa sepakat dengan apa yang dikatakan-Nya dan melihat diri sendiri
sebagaimana Dia melihat kita.

Mungkin Anda memunyai hal-hal negatif yang tersimpan dalam pikiran
Anda seperti saya dulu. Tuhan bisa mengubah semuanya itu. Dalam
Yohanes 16:24, kita diperintahkan untuk meminta hal-hal yang telah
Tuhan janjikan kepada kita. Jika Anda dan saya merasa tidak layak,
kita tidak mungkin memintanya dengan iman atau dengan percaya diri
bahwa kita akan menerima apa yang kita minta. Mengapa? Karena
keraguan terhadap diri sendiri akan selalu menghalangi kita untuk
menerima yang terbaik dari Tuhan. Namun dengan memilih untuk sepakat
dengan firman-Nya dan memunyai kepercayaan diri di dalam Kristus,
kita dapat menerima anugerah Tuhan yang terbaik dalam hidup kita.
Jika Anda mau menikmati yang terbaik itu, mulailah membuat keputusan
untuk melawan ketakutan dan memercayai Dia. Dalam Mazmur 56:4, Daud
mengatakan, “Kepada Allah, yang firman-Nya kupuji, kepada Allah aku
percaya, aku tidak takut ….” Ketika secara konsisten Anda memilih
untuk mengandalkan Tuhan, memercayai apa yang firman-Nya katakan
tentang Anda lebih daripada kata-kata orang lain atau perasaan Anda,
maka Anda akan menghabiskan semakin sedikit waktu untuk meragukan
diri sendiri.

Melihat Apa yang Tuhan Lihat

Tuhan berkata bahwa Anda dan saya berharga, diciptakan dalam rahim
ibu kita dengan tangan-Nya sendiri. Kita memiliki tujuan di dunia
ini. Tuhan berkata bahwa Dia memanggil kita dengan nama kita dan
kita adalah kepunyaan-Nya. Ambil waktu sejenak dan lihatlah ke dalam
hati, apa yang Anda lihat di sana? Apakah Anda dipenuhi dengan
keraguan ataukah kepercayaan diri yang datang dari pengenalan yang
dalam akan Tuhan dan kasih-Nya yang tak bersyarat bagi Anda? Jika
jawaban Anda tidak sejalan dengan firman-Nya, saya mau mendorong
Anda untuk mulai memperbarui pikiran tentang bagaimana Tuhan
memandang Anda. Jangan biarkan perasaan memimpin kehidupan Anda
lagi. Ambil langkah iman dan mulailah memercayai Tuhan hari ini.
Pilihlah untuk sepakat dengan-Nya dan percaya bahwa Anda sangat
berharga. Dia memunyai rancangan masa depan yang hebat untuk Anda,
dan itu dimulai dari sekarang!

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: Christian Counseling Center Indonesia
Penulis: Shelinda
Sumber : http://c3i.sabda.org/percaya_diri_di_dalam_tuhan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: